Home News, Trending Warga Lembang Diteror Monyet Ekor Panjang, dari Mana Asalnya?
NewsTrending

Warga Lembang Diteror Monyet Ekor Panjang, dari Mana Asalnya?

Warga berharap pemda dan lembaga terkait segera bertindak

Diteror Monyet Ekor Panjang – Warga Kampung Andir, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat dalam dua pekan terakhir ini diresahkan dengan keberadaan deposit s128 via pulsa kawanan kera ekor panjang.

Tanpa diketahui asal muasalnya, gerombolan monyet ekor panjang itu menyatroni permukiman warga pada waktu pagi atau sore hari. Kedatangan mahluk itu untuk mengambil makanan milik warga.

1. Diduga kawanan monyet yang masuk permukiman warga berasal dari habitat aslinya

Penyuluh Kehutanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Seksi Wilayah IV Taufik Hamzah mengatakan, kawanan monyet (Macaca Fascicularis) yang masuk ke permukiman warga tersebut kemungkinan berasal dari habitat aslinya.

“Saya yakin itu dari habitat aslinya, cuma habitat aslinya ini perlu ditelusuri,” ujar Taufik saat dihubungi, Jumat (19/6).

2. Habitat asli bisa dari hutan konservasi, hutan lindung, atau hutan produksi di kawasan Lembang

Menurut Taufik, habitat asli monyet ekor panjang di kawasan Lembang berada di hutan konservasi, di antaranya kawasan Tangkuban Parahu. Monyet ekor panjang yang masuk ke permukiman warga, kemungkinan berasal dari habitat aslinya di kawasan hutan setempat.

Di kawasan Lembang, lanjut Taufik, selain hutan konservasi ada juga hutan lindung dan hutan produksi di bawah kewenangan Dinas Kehutanan atau Perum Perhutani. Habitat kawanan monyet itu dimungkinkan juga berada di hutan lindung maupun hutan produksi.

“Kalau dari kawasan konservasi, dalam hal ini kawasan cagar alam Tangkuban Parahu, ke sana kan jauh. Sementara di situ ada kawasan Perhutani, bisa jadi di sana juga ada habitat monyet ekor panjang,” tuturnya.

Baca juga: Tito Ajak Kepala Daerah Adu di Pilkada 2020

3. Seluruh pihak diminta menjaga kawasan hutan yang merupakan habitat monyet ekor panjang

Dengan adanya fenomena tersebut, Taufik meminta agar seluruh elemen baik warga, pemerintah daerah, maupun pelaku usaha wisata menjaga kelestarian dan ekosistem alam sekitar.

“Maka perlu koordinasi semua pihak termasuk masyarakat sekitar kawasan hutan untuk mengambil langkah apa saja yang harus dilakukan agar monyet-monyet tersebut tidak lagi memasuki perkampungan, salah satunya hutan sebagai habitat satwa liar harus terjaga dengan baik,” tandasnya.

4. Warga minta pihak terkait turun tangan

Diberitakan sebelumnya, Seorang warga setempat, Yusuf Purwanto (43 tahun) mengatakan, kawanan monyet yang kerap mendatangi permukiman warga diperkirakan berjumlah 40 ekor. Namun, jumlah itu diduga semakin bertambah karena sekelompok monyet berkembangbiak di wilayah itu.

Yusuf berharap, pemerintah daerah ataupun lembaga terkait yang masih peduli pada hewan endemik khususnya habitat monyet ekor panjang, ikut andil menangani teror monyet liar yang datang ke permukiman warga sewaktu-waktu.

“Kita berharap agar ekosistemnya tetap terjaga. Mungkin dengan membuatkan ekosistemnya atau dengan cara lain yang penting mereka tetap ada, tapi warga juga tidak terganggu,” kata Yusuf.

Sumber: Idntimes.com

Author

Paul Jaycees

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *