Home Society Tempat Hiburan Dalam Ruangan Batal Buka
Society

Tempat Hiburan Dalam Ruangan Batal Buka

Tempat Hiburan Dalam Ruangan Batal Buka

Tempat Hiburan Dalam Ruangan Batal Buka – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setujui untuk perpanjangkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar transisi hingga dua pekan ke depan. Artinya PSBB Transisi untuk menekan laju penularan covid-19 akan berlaku hingga Juli 2020.

Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menunda pembukaan sejumlah tempat hiburan di dalam ruang, seperti bioskop. Hal ini diputuskan setelah kebijakan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi kembali diperpanjang. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan. Keputusan itu diambil mengingat penyebaran virus corona (Covid-19) di Jakarta masih cukup tinggi.

Selain itu, tempat tertutup juga berpotensi tinggi menyebarkan virus.”Di masa PSBB transisi perpanjangan ini, yang tadi semula ada (rencana) membuka beberapa unit kegiatan, di bioskop, ruang rekreasi, ruang tertutup lainnya, tapi kami tidak jadi membuka,” kata Riza di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat.

Bioskop di Jakarta sebelumnya direncanakan bakal dibuka kembali pada Juli. Namun, pembukaan urung dilakukan setelah ada hasil evaluasi Pemprov DKI Jakarta terkait jumlah kasus positif Covid-19 yang masih cukup tinggi di wilayah ibu kota.

Kemudian, Riza juga menyatakan bahwa pada PSBB transisi yang diperpanjang hingga Juli ini pihaknya bakal meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan. Sebelumnya, Riza menyebut masyarakat masih cenderung tak disiplin dalam menjalankan sejumlah protokol kesehatan.

Riza memastikan, seluruh petugas Satpol PP dan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Pemprov DKI bakal mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan dengan ketat. “Kami tahu Satpol PP dan seluruh aparat lainnya sudah bekerja melakukan penegakan. Jadi kami minta seluruh unit kegiatan untuk patuh dan disiplin,” tutur Riza.

Di sisi lain, menurut Riza, selama PSBB transisi ini Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas testing PCR, contact tracing, hingga treatment kepada pasien positif. Menurut dia, peningkatan kapasitas testing ini dibutuhkan untuk mengidentifikasi penyebaran virus di wilayah Ibu Kota.

“Tujuannya adalah dalam rangka mempercepat identifikasi penyebaran Covid-19, sehingga kita bisa melakukan penanganan, penanggulangan, dan pencegahan,” ujarnya.

Author

Paul Jaycess