Home Society Suasana Hati Normal pada Orang-orang dengan Gangguan Bipolar 
Society

Suasana Hati Normal pada Orang-orang dengan Gangguan Bipolar 

Eutimia: Suasana Hati Normal pada Orang-orang dengan Gangguan Bipolar

Suasana Hati Normal pada Orang-orang dengan Gangguan Bipolar – Gangguan bipolar adalah masalah kesehatan mental yang sering disalahartikan. Banyak yang beranggapan bahwa orang yang suasana hatinya cepat berubah (moody) adalah penderita gangguan bipolar. Kenyataannya tidak demikian. Gangguan bipolar berbeda dengan sekedar moody.

Berbicara tentang gangguan bipolar, mungkin banyak di antara kita yang berpikir bahwa pengidapnya sering mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem. Padahal, mereka bisa dalam fase normal, stabil, tenang, dan terlihat baik-baik saja.

Meski beberapa sumber telah mendeskripsikan variasi terkait defisini eutimia, tetapi secara sederhana dapat disimpulkan mengenai dua hal, yakni orang yang mengalaminya menunjukkan kondisi sangat baik dan sebaliknya bisa menunjukkan depresi atau kecemasan. Mari mengenali kondisi ini lebih lanjut.

Identifikasi eutimia

Orang dengan keadaan periode eutimia biasanya mengalami perasaan ceria dan tenang. Selain itu, bisa juga menunjukkan peningkatan tingkat ketahanan terhadap stres.

Orang dengan gangguan suasana hati seperti gangguan depresi persisten memiliki kemungkinan mengembangkan periode eutimia dalam hidup mereka.

Dilansir creative-kids.info, eutimia sangat berbeda dengan periode kesedihan atau putus asa saat mengalami depresi atau puncak energi ekstrem saat berada dalam keadaan mania.

Beberapa ciri yang biasa ditunjukkan seseorang yang tengah mengalami periode eutimia atau suasana hati stabil cenderung mengembangkan perasaan tenang, senang, antusias, dan kongruen.

Eutimia, anhedonia, dan kecemasan

Tidak jarang diagnosis eutimia memiliki korelasi dengan anhedonia (keadaan suasana hati yang didefinisikan sebagai ketidakmampuan merasakan kebahagiaan). Anhedonia lebih sering dialami secara fisik, seperti ketidakmampuan merasakan esensi kesenangan dari menyentuh, makan, bahkan berhubungan seks.

Perlu digarisbawahi bahwa anhedonia bukan jenis depresi, melainkan gejala inti dari depresi atau gangguan mood lain seperti skizofrenia. Beberapa orang menggambarkan anhedonia sebagai keadaan emosi yang datar.

Peningkatan Mood Secara Intens Maupun Penurunan Mood Secara Intens

Konsep eutimia

Seorang filsuf Latin, Seneca, menerjemahkan ekspresi eutimia dengan “tranquillitas animi”, yang berarti keadaan tenang dan kepuasan internal yang menghubungkannya dengan kesejahteraan psikologis sebagai proses pembelajaran.

Menurut sebuah studi dalam jurnal Karger tahun 2016, asal-usul konsep eutimia diketahui berakar dari bahasa Yunani: “eu” berarti baik dan “thymos” berarti jiwa atau emosi.

Bipolar eutimia memiliki kaitan dengan gangguan kecemasan

Ketika membahas topik eutimia dalam gangguan bipolar, hal yang perlu dipertimbangkan adalah adanya gangguan kecemasan. Studi dalam Psychological Medicine tahun 2016 menemukan bukti bahwa kasus gangguan kecemasan cukup umum terjadi pada gangguan bipolar.

Peneliti menemukan fakta jika kecemasan sudah biasa terjadi, bahkan ketika suasana hati terkontrol dengan baik. Sederhananya, seseorang mungkin masih mengalami gejala gangguan kecemasan saat berada dalam keadaan eutimia atau suasana hati tenang. Hal tersebut menunjukkan perlunya intervensi medis, yakni pengobatan yang berfokus pada gangguan kecemasan.

Pertimbangan pengobatan

Dikarenakan suasana hati yang terkait dengan gangguan bipolar memiliki periode depresi, mania, dan eutimia, maka tetap diperlukan rencana pengobatan. Gangguan bipolar sendiri sering diartikan sebagai gangguan mental kronis yang belum bisa ditentukan obat pastinya.

Ahli kesehatan mental dengan bantuan dokter atau ahli profesional lainnya mungkin akan merekomendasikan beberapa pengobatan seperti obat-obatan tertentu, psikoterapi, dan memberi arahan untuk mengubah gaya hidup lebih sehat.

Orang dengan gangguan mental, dalam hal ini bipolar, sering mengalami fase di mana dirinya berada pada tahap up dan down. Tidak jarang kondisi tersebut berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Sering kali meluangkan waktu untuk memahami dan mengelola periode eutimia banyak dilakukan orang dengan gangguan bipolar, sebagai opsi yang dapat membantu mengelola gejala gangguan bipolar atau mengembangkan coping strategies.

Author

Paul Jaycess