Home Society Strategi Satgas COVID-19 agar Masyarakat Patuh Protokol
Society

Strategi Satgas COVID-19 agar Masyarakat Patuh Protokol

Ini Strategi Satgas COVID-19 agar Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan

Strategi Satgas COVID-19 agar Masyarakat Patuh Protokol – Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan, perubahan perilaku masyarakat merupakan ujung tombak penanganan Covid-19. Walau sudah diingatkan berulang kali, masih banyak orang yang tidak taat pada protokol kesehatan.

Tentunya kita masih sering menjumpai orang yang tidak pakai masker saat ke luar rumah (atau masker tidak dipakai dengan benar), malas cuci tangan, dan tetap berkerumun. Disadari atau tidak, kurangnya kepedulian dan/atau kedisiplinan akan protokol kesehatan tersebut berkontribusi pada laju kasus COVID-19 di Indonesia yang belum mengalami penurunan.

Melakukan sosialisasi dan mengedukasi dengan bahasa daerah dan kearifan lokal

Satgas Penanganan COVID-19 bekerja sama dengan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat pesan yang efektif dan disampaikan dengan bahasa lokal. Poster dan bahan edukasi disampaikan dalam bahasa daerah agar masyarakat lebih mudah untuk memahaminya.

Selain itu, hasil survei onlinetradingsouthafrica.com mengatakan bahwa keteladanan dari pimpinan atau tokoh masyarakat sangat penting supaya orang mau mematuhi protokol kesehatan. Menurut Dr. Erlina, figur yang dihormati di desa adalah lurah, kepala desa, atau kepala dusun. Misalnya, jika mereka pakai masker, maka kemungkinan besar masyarakat juga akan ikut pakai masker.

Melakukan kerja sama dengan media seperti radio dan televisi

Selain itu, kerja sama dengan media seperti radio dan televisi juga dilakukan. Dr. Sonny menyebut bahwa pihaknya sudah meminta 500 radio untuk mengingatkan setiap hari secara berulang-ulang terkait protokol kesehatan dan gerakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Televisi juga diimbau untuk menjadi role model bagi masyarakat.

Selain itu, akan lebih baik jika dalam tayangan televisi, pihak-pihak yang terlibat di dalamnya bisa menjaga jarak. Dengan melibatkan media massa, sosialisasi dan edukasi akan lebih masif dan menjangkau lebih banyak orang.

Penanganan Covid-19 Akan Berhasil Jika Masyarakat Disiplin Dalam Menerapkan Protokol Kesehatan

Masyarakat berpikir mereka tidak akan terpapar karena sekelilingnya tidak ada yang positif COVID-19

Dr. Sonny mengutip hasil survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa 17 persen responden yakin kalau dirinya tidak akan tertular COVID-19. Ternyata, ini karena mereka belum betul-betul mengenal atau menerima edukasi yang tepat. Ditambah lagi, ada banyak hoaks seputar COVID-19 yang seliweran di sekitar kita.

Ini menjadi tantangan tersendiri untuk menyampaikan dan mengedukasi masyarakat dalam bahasa yang sederhana. Misalnya, mengubah kata “paru-paru kronis” menjadi “asma” karena lebih dimengerti oleh orang awam. Tak cukup sampai di situ, Satgas Penanganan COVID-19 juga melibatkan tokoh panutan (role model) yang ada di setiap daerah.

Melibatkan penyuluh dan kelompok penggerak agar masyarakat lebih disiplin terhadap protokol kesehatan

Di bidang yang ditangani oleh Dr. Sonny, terbagi lagi menjadi tiga sub bidang. Pertama, sub bidang edukasi, di mana Satgas Penanganan COVID-19 masuk melalui satuan-satuan pendidikan. Lewat satuan pendidikan, peserta didik, mulai dari pelajar PAUD sampai mahasiswa akan menerima edukasi tentang COVID-19 dari guru atau dosennya.

Dan yang ketiga adalah sub bidang mitigasi. Sub bidang ini membentuk kelompok penggerak yang didampingi oleh Babinsa, Babinkamtibmas, dan Satpol PP untuk mengedukasi masyarakat sekaligus melakukan pengawasan. Tiga sub bidang ini saling bahu-membahu dan bekerja keras untuk mengedukasi dan melakukan pendisiplinan pada masyarakat.

Memberikan hukuman yang mengandung edukasi dan memberikan efek jera

Menurut Dr. Erlina, hukuman terhadap pelanggar protokol kesehatan tidak cukup memberikan efek jera. Misalnya, ada hukuman berupa memeluk pohon atau masuk ke peti mati. Ini hanya akan membuat mereka malu dan takut untuk sementara saja.

Jangan melihat protokol kesehatan sebagai paksaan, tapi karena memang sesimpel pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak bisa membantu menekan, bahkan menyetop rantai penularan COVID-19 dipatuhi oleh setiap masyarakat. Tak cuma bisa menjaga diri, tetapi termasuk orang-orang di sekitarmu.

Author

Paul Jaycess