Home sosial Sisi Kejam Korea Selatan yang Tidak Disadari
sosial

Sisi Kejam Korea Selatan yang Tidak Disadari

Kehidupan Korea Selatan yang Tidak di Ketahui

Kejam – Bagi penggemar drama Korea, tentunya selalu merasa jika negara tersebut bak surga yang dipenuhi hal-hal yang indah. Mungkin benar demikian, namun bukan berarti Korea Seletan tidak memiliki nilai minusnya. Sperti hukum alam, jika ada suka pasti ada dukunya. Begitu juga dengan kehodupan di Korea Selatan.

Tak hanya dipenuhi oleh manisnya drama yang pasti bikin kamu bakal meleleh, ternyata juga ada hal kejam di negeri ginseng tersebut. Berikut ini sudah kami buatkan list mengenai fakta kejam yang jarang diketahui oleh pecinta Korea Selatan :

Baca juga : Kesalahan Pemakaian Masker kain yang Tidak Diketahui

Anak SMA Mengalami Pendidikan yang Kejam

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan tujuan utama bagi para pelajar SMA. Oleh sebab itu, semua anak yang memasuki pendidikan SMA akan mulai terobsesi dengan prestasi akademik. Hal itu membuat mereka menghabiskan seluruh waktunya untuk belajar demi mendapat nilai yang terbaik.

Menurut pengakuan beberapa murid, mereka sebenarnya ingin merasakan masa muda yang wajar, namun tuntutan pendidikan tersebut membuat kehidupan remaja seperti di neraka. Memasuki semester awal, sistem pendidikan di sekolah sudah sangat menakutkan. Bahkan ketika mereka baru memasuki bangku kelas 1 SMA, begitu banyak PR yang diberikan oleh pihak sekolah dan membuat mereka kurang tidur . Tak jarang tekanan tersebut membuat mereka merasa stress dan ingin mengakhiri hidup.

Adanya Kontrak Budak Pada Selebriti

Mungkin berita kerasnya kehidupan selebriti di Korea selatan sudah banyak terdengar. Salah satunya, tentu saja dengan adanya kontrak budak yang diterapkan oleh beberapa agensi raksasa di negeri gingseng tersebut. Setidaknya, ada 200 artis yang sudah berhasil diungkap bahwa mereka menjadi korban kontrak budak.

Para artis tersebut dipaksa kerja berjam-jam dengan bayaran yang tidak wajar, terlebih mereka juga tidak menerima royalti. Selama masa kerjanya, mereka juga terkekang dan harus tinggal di Asrama yang sudah disediakan oleh agensi. kontrak kerja yang ditanda tangani juga memiliki waktu hingga 13 tahun.

Masih Tidak Ada kesetaraan Gender

Mungkin selama ini kita berpikir jika gender bukan lagi hal yang patut dipermasalahkan. Kedudukan perempuan dan laki-laki sudah setara di mata global. Namun, ternyata hal tersebut tidak berlaku di Korea Selatan. Meski Negara tersebut tergolong sangat maju, namun dalam hal kesetaraan gender, Korea Selatan masih sangat tertinggal.

Hal ini berkaitan erat dengan masalah pekerjaan dan penghasilan. Peran perempuan dalam ekonomi begitu kurang mendapat penghargaan. Menurut data statistik, kesenjangan gaji antara pekerja pria dan wanita sebagai karyawan biasa di Korea mencapai 38%. Angka tersebut merupakan salah satu yang paling besar dari berbagai negara.

Tidak Bisa Bersantai

Berkaitan dengan budawya Korea Selatan yang dikenal sebagai negara yang ingin melakukan banyak secara cepat. Mereka sama sekali tidak bisa bersantai, hal itu mungkin bsia terlihat dari salah satu stasiun subway saat jam kerja. Tampak jelas pemandangan di sana selalu dipenuhi noleh orang yang berlarian tanpa perduli akan keadaan di sekitarnya,

Kecantikan dan Ketampanan ditukar Uang

Tentu saja tidak ada yang bisa dilakukan jika tak memiliki uang. Bukan hanya tidak bisa melakukan operasi plastik, masyarakat ekonomi lemah juga harus ikhlas mendapat penindasan dari kaum ekonomi kuat. Korea Selatan memang dikenal dengan kesenjangan status sosial yang begitu kental. Bagi mereka yang kaya dan status sosialnya tinggi, mereka tidak akan segan-segan mem-bully mereka yang statusnya lebih rendah.
Mengetahui deretan fakta kejam yang ada di Korea Selatan, sepertinya bisa menyadarkan kita jika kehidupan di negeri ginseng bukan hanya dipenuhi dengan keindahan drama. Seperti yang ada dalam iklan minuman soda, hidup di mana pun tentu nggak seindah drama Korea, termasuk negara Korea itu sendiri.

Seperti kita ketahui, Korea Selatan memang terkenal dengan operasi plastiknya yang memukau. Bukan hanya berlaku pada para selebriti papan atas, masyarakat biasa juga kerap melakukan bedah plastik demi mendapatkan wajah yang mereka damba. Ketidakpuasan tersebut mungkin bisa diatasi oleh para orang-orang berduit, namun bagaimana jika tidak?

Sumber : boombastis.com

Author

Paul Jaycees

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *