Home Society Risiko Menjadi Orang Baik yang Sering Dimintai Bantuan
Society

Risiko Menjadi Orang Baik yang Sering Dimintai Bantuan

Risikonya Kalau Kamu Menjadi Orang Baik yang Sering Dimintai Bantuan

Risiko Menjadi Orang Baik yang Sering Dimintai Bantuan – Sedih rasanya jika menyadari bahwa orang yang selama ini kita anggap sebagai teman ternyata justru hanya memanfaatkan diri kita dan tidak benar-benar tulus ingin menjadi teman sejati. Saat sadar bahwa selama ini kamu hanya dimanfaatkan, pastinya kamu ingin tahu apa yang membuat kamu mudah dimanfaatkan orang-orang dan berusaha agar tidak menjadi individu yang mudah dimanfaatkan.

Jika kamu dikenal sebagai pribadi yang baik atau bahkan sering membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan, maka hal itu sangat bagus. Itu artinya kamu bisa memberi manfaat positif untuk orang-orang di sekitarmu. Akan tetapi di balik sisi positifnya, kamu juga harus tahu juga risiko-risikonya jika menjadi orang baik yang sering dimintai bantuan.

Berikut ini rangkuman dari fortmountainstables.net risiko di antaranya, ingin tahu lebih lanjut? Simak pembahasannya ya!

Orang-orang jadi kurang berusaha dan mengandalkanmu

Orang-orang jadi kurang berusaha dan kerap mengandalkanmu walaupun mungkin itu hal kecil sekalipun. Padahal seharusnya mereka berusaha dulu baru meminta bantuan, kan? Tapi itulah risikonya kalau kamu mau-mau saja dan terlalu baik dalam membantu orang.

Hati-hati terkena hero syndrome

Sebuah rasa obsesi yang dimiliki seseorang terhadap keinginannya untuk mendapat pengakuan dan perhatian dari orang-orang. Biasanya orang seperti ini suka membantu orang. Jadi hati-hati agar jangan sampai terkena ini ya, membantu orang sewajarnya saja dan gak perlu berlebihan sampai total berkorban.

Berusaha Agar Tidak Menjadi Individu yang Mudah Dimanfaatkan

Ada perasaan bersalah kalau menolak

Risikonya yang pertama dengan menjadi orang baik yang sering dimintai bantuan ialah ada perasaan bersalah jika kamu menolak permintaan tolong orang. Karena saking seringnya membantu, perasaanmu buruk kalau ada yang kecewa akibat tidak bisanya kamu membantu. Padahal sebenarnya kamu gak perlu merasa bersalah seperti itu.

Terbiasa dibutuhkan, kamu mungkin merasa aneh jika tidak ada yang meminta tolong padamu lagi

Merasa aneh ketika tidak ada yang meminta bantuan padamu lagi ialah risiko ketiga dari menjadi orang baik yang sering membantu orang. Karena pasti ada perasaan hampa ketika hal yang biasa kita lakukan tidak menjadi rutinitas lagi, dan sebaiknya kamu jangan sampai merasa seperti ini karena jadinya bisa ketergantungan untuk menolong orang.

Menomorduakan urusan pribadi demi membantu orang

Risiko terakhir dari menjadi orang baik yang sering membantu orang adalah kamu jadi sering membuat urusan pribadi menjadi nomor dua dan mendahulukan membantu orang. Ini sebenarnya bahaya, apalagi kalau yang kamu nomor duakan ialah pekerjaan. Bisa-bisa hidupmu jadi berantakan gara-gara nolong orang.

Memang, menolong orang lain adalah hal yang positif. Namun, jika kamu merasa kelelahan atau gak mampu untuk menolong orang lain, sah-saja saja jika kamu menolaknya. Menjadi orang yang ringan tangan seharusnya memberikan ketenangan bukan beban. Intinya tetaplah melakukan hal positif ini dengan sewajarnya saja, ya.

Author

Paul Jaycess