Home Society Penyebab Diabetes pada Orang Bertubuh Kurus 
Society

Penyebab Diabetes pada Orang Bertubuh Kurus 

Harus Diwaspadai, Ini Penyebab Diabetes pada Orang Bertubuh Kurus

Penyebab Diabetes pada Orang Bertubuh Kurus – Penyakit diabetes sering diidentikkan dengan orang gemuk, dan memang benar sebagian besar penderitanya memang bertubuh gemuk mengingat ada kaitannya antara obesitas dengan diabetes. Diabetes adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh tingginya gula darah.

Ini kemudian menyebabkan tubuh tidak dapat mengatur gula darah secara efektif. Salah satu mitos yang banyak dipercaya adalah diabetes hanya menyerang individu yang kelebihan berat badan, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Padahal, berat badan hanyalah satu dari sekian banyak faktor pemicu diabetes.

Jadi, orang dengan berbagai bentuk tubuh dapat mengembangkan diabetes jika memiliki faktor-faktor lain yang memicu penyakit gula tersebut. Berikut lamarieeenfolie.com akan membahas beberapa faktor yang dapat menyebabkan individu dengan tubuh kurus mengembangkan diabetes. Waspadai, ya!

Genetika

Genetika berperan dalam mengembangkan diabetes tipe 2. Melansir Everyday Health, individu yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko tiga kali lebih tinggi terkena penyakit ini daripada mereka yang tidak memiliki penyakit tersebut di keluarga.

Faktor ini pula yang menjelaskan mengapa beberapa orang yang kurus mengembangkan diabetes tipe 2. Orang Afrika-Amerika, Asia, Hispanik, dan penduduk asli Amerika juga berisiko lebih besar terkena diabetes tipe 2.

Kebiasaan makan yang buruk

Pola makan yang buruk tidak terbatas pada orang yang kelebihan berat badan. Orang dengan berat badan normal mungkin juga mengonsumsi makanan yang membuat mereka berisiko terkena diabetes tipe 2.

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS One, diet tinggi gula meningkatkan risiko diabetes, bahkan setelah memperhitungkan berat badan, olahraga, dan total asupan kalori.

Asupan gula yang tinggi tidak hanya ditemukan dalam makanan manis, tetapi juga makanan lain seperti makanan ringan, saus, dan makanan kaleng. Jadi, kamu perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan.

10%-15% Penderita Diabetes Tipe 2 Adalah Orang Dengan Berat Badan Sehat

Distribusi lemak

Penelitian menunjukkan orang dengan diabetes tipe 2 yang memiliki berat badan normal memiliki lebih banyak lemak viseral. Ini adalah jenis lemak yang mengelilingi organ perut.

Lemak viseral melepaskan hormon yang memengaruhi glukosa dan mengganggu metabolisme lemak tubuh. Ini membuat profil metabolik individu dengan berat badan normal atau bahkan kurus tampak seperti profil individu dengan kelebihan berat badan.

Stres kronis

Dalam kondisi stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang lebih tinggi. Salah satu peran kortisol adalah meningkatkan gula darah. Ini adalah mekanisme yang mempersiapkan kita untuk menghadapi tantangan atau ancaman.

Namun, mekanisme ini hanya dirancang untuk semburan stres singkat. Sebab, kortisol mampu menaikkan gula darah ke level yang tidak sehat, bahkan saat seseorang sedang berpuasa. Artinya, individu dengan berat badan normal bahkan kurus dan sehat masih bisa memiliki gula darah tinggi jika menderita stres kronis, menurut laporan dalam jurnal Current Diabetes Reviews.

Perlemakan hati

Studi terhadap laki-laki Asia India kurus telah menemukan bahwa mereka memiliki insiden resistansi insulin 3-4 kali lipat lebih tinggi daripada rekan-rekan mereka yang seorang Kaukasia. Mereka juga memiliki prevalensi non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) dan resistansi insulin hati (hati) yang jauh lebih tinggi.

NAFLD adalah prediktor independen dari diabetes tipe 2. Studi cross-sectional menunjukkan bahwa perlemakan hati (fatty liver) dan kelainan metabolisme terjadi bersamaan. Telah dikemukakan juga bahwa perlemakan hati merupakan penyebab resistansi insulin dan diabetes tipe 2. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America.

Jadi, dengan penjelasan di atas tadi, memiliki tubuh kurus bukan berarti jaminan terhindar dari diabetes atau penyakit kronis lainnya. Apa pun ukuran tubuh kita, kita wajib menerapkan pola hidup sehat dan berupaya untuk mencapai berat badan ideal. Ingat, penyakit bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

Author

Paul Jaycess