Home Ekonomi Pemerintah Siapkan Pelatihan Offline Kartu Prakerja
Ekonomi

Pemerintah Siapkan Pelatihan Offline Kartu Prakerja

Pemerintah Siapkan Pelatihan Offline Kartu Prakerja

Pemerintah Siapkan Pelatihan Offline Kartu Prakerja – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan pelatihan program kartu prakerja secara tatap muka langsung (offline). Namun, pelatihan secara daring (online) seperti yang dijalani peserta saat ini juga tetap dilakukan.

“Kami sedang siapkan alokasinya mana yang offline dan online,” ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis malam. “Tapi yang offline akan makan waktu yang lebih panjang dan juga biaya yang tinggi, sehingga tentu membutuhkan persiapan kurasi programnya dan juga standarisasi pelatihannya,” tuturnya.

Keempat, peserta yang lolos bisa memilih jenis pelatihan melalui platform digital mitra kartu prakerja. Saat ini, tersedia 900 pelatihan dari 8 platform digital seperti Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, dan Pijar.

Kelima, peserta mengikuti pelatihan daring sesuai pilihan. Keenam, usai merampungkan pelatihan, setiap peserta akan diberikan sertifikat elektronik dan lembar survei terkait program pelatihan yang diikuti. Pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp150 ribu setelah pengisian survei evaluasi tersebut.

“Tolong berikan ulasan jujur kualitas pelatihan tersebut karena kami yakin lewat masukan dari pengguna kami bisa perbaiki program ini,” jelas Denni.

Ketujuh, peserta akan menerima insentif pasca penuntasan pelatihan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan. Insentif itu diberikan secara non tunai melalui rekening bank atau dompet elektronik pilihan peserta. Khusus untuk dompet digital, pemerintah telah bekerja sama dengan Gopay, LinkAja, dan OVO.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya mengatakan Project Management Office (PMO) ingin membenahi administrasi yang belum selesai (backlog).

Backlog juga terjadi pada sistem pembayaran insentif

Backlog juga terjadi pada sistem pembayaran insentif. PMO mendata baru 132.509 peserta yang memiliki akun e-money atau rekening bank mitra yang telah melakukan upgrade data pribadi (KYC). Sementara, yang telah diverifikasi oleh bank dan mitra pembayaran lebih sedikit lagi, yakni 55.101 peserta.

“Jadi, ada backlog dalam pelaksanaannya, ada yang belum selesai di masing-masing tahapan,” urainya. Secara total, baru 51.255 peserta yang baru mendapatkan transfer insentif bulan pertama, yaitu sebesar Rp600 ribu per peserta.

“Kami ingin selesaikan backlog ini dulu. Karena kalau backlog ini belum terselesaikan tapi sudah ditambah lagi nanti akan tambah beban dan buat lambat proses,” tuturnya.

Pemerintah membuka pendaftaran kartu prakerja gelombang 4 pada hari ini, Selasa. Gelombang keempat yang sempat ditunda dari jadwal sebelumnya dibuka persis setelah perayaan lebaran.

Serupa dengan gelombang sebelumnya, pemerintah memberlakukan syarat dan tata cara untuk mendapatkan kartu prakerja. Mengutip laman resmi prakerja.go.id, beberapa syarat mengikuti program kartu prakerja antara lain, calon peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI), minimal berusia 18 tahun, dan sedang tidak menempuh pendidikan formal.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan pendaftaran program kartu prakerja saat ini hanya dilakukan melalui situs resmi Aplikasi Poker 99 Online. Pendaftaran dibuka setiap pekan, dari Senin pukul 08.00 WIB hingga Kamis pukul 16.00 WIB.

Dari 456.265 peserta program kartu prakerja gelombang pertama dan kedua, kata Panji, baru 360.650 peserta yang melakukan pembelian kelas pelatihan. Sementara sisanya, yakni 95.615 peserta, belum membeli paket pelatihan. Hal ini membuat jumlah peserta yang menyelesaikan kelas pelatihan pertama baru mencapai 219.489 peserta.

Saat ini, pemerintah telah menyelesaikan gelombang ketiga pendaftaran kartu prakerja. Namun, pembukaan gelombang keempat masih tertunda lantaran terdapat masalah pada pendaftaran gelombang sebelumnya.

Menurut Airlangga, sejumlah kementerian telah memiliki program pelatihan keterampilan secara tatap muka. Misalnya, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Perhubungan. Nantinya, peserta bisa memanfaatkan pelatihan keterampilan pada kementerian tersebut.

Author

Paul Jaycess

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *