Home Society Masyarakat Pahami Nilai Agama dan Pancasila
Society

Masyarakat Pahami Nilai Agama dan Pancasila

Wapres Minta Masyarakat Pahami Nilai Agama dan Pancasila Tidak Parsial

Masyarakat Pahami Nilai Agama dan Pancasila – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut bahwa sampai saat ini masih ada saja pihak-pihak yang berupaya mempertentangkan antara agama dan Pancasila. Namun, kata Ma’ruf, upaya-upaya tersebut tak akan pernah berhasil.

Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara yang telah menjadi kesepakatan para pendiri bangsa. Namun pada implementasinya, keragaman suku, budaya, dan agama yang ada di Indonesia masih menimbulkan perbedaan pandangan di masyarakat terhadap pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Untuk mencegah hal tersebut, kata Ma’ruf, maka sangat penting untuk memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam agama dan Pancasila secara menyeluruh sehingga akan tercipta kerukunan bangsa.

Wapres sebut Pancasila sudah terbukti mampu menjaga kerukunan bangsa

Dilansir amorvacui.org wapres menjelaskan untuk mendorong pemahaman yang menyeluruh tersebut, perlu ada upaya mewujudkan kehidupan yang rukun dan harmonis beragama, baik dalam kehidupan sosial maupun politik. Sebab, kerukunan merupakan faktor penting penunjang keberhasilan pembangunan nasional.

“Pancasila sudah terbukti mampu menjaga kerukunan seluruh bangsa, sehingga tercipta integrasi nasional. Oleh karena itu, kita harus mampu menangkal berkembangnya paham-paham yang mengancam Pancasila dan persatuan nasional. Padahal persatuan nasional merupakan prasyarat bagi terwujudnya stabilitas nasional. Sementara stabilitas nasional merupakan prasyarat bagi kelancaran dan keberhasilan pembangunan nasional,” ujarnya.

Pancasila Sudah Menjadi Kesepakatan Nasional

Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat nilai Pancasila dan agama

Menutup sambutannya, mantan Rais Aam Nu itu menyampaikan apresiasi kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Civitas Akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin atas penyelenggaraan simposium ini. Ia berharap agar hasil diskusi ini dapat memperkuat Pancasila sebagai paradigma dalam studi agama-agama di Indonesia.

“Saya merasa gembira dengan tema ini, karena simposium ini berarti akan membahas tentang hubungan Pancasila dan agama. Yang keduanya tidak bisa dipisahkan, karena sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Simposium Nasional Studi dan Relasi Lintas Agama Berparadigma Pancasila diharapkan dapat memperkuat Pancasila. Sebagai paradigma dalam studi agama-agama di Indonesia,“ katanya.

Wapres minta masyarakat tidak belajar agama dan Pancasila secara parsial

Hal itu disampaikan Wapres dalam acara Simposium Nasional dengan tema “Studi dan Relasi Lintas Agama Berparadigma Pancasila. Secara daring yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Civitas Akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin.

“Untuk menjaga agar Pancasila tetap dipahami secara komprehensif maka tidak boleh dipahami secara parsial antara satu sila dengan sila yang lain. Pancasila tidak boleh didorong ke arah pemahaman yang menyimpang seperti sekularisme, liberalisme, atau komunisme,” kata Ma’ruf, Kamis.

Di sisi lain, menurutnya, agama juga seharusnya dipahami secara moderat dengan tanpa mengorbankan ajaran-ajaran dasar agama dan sebaliknya. Bukan pemahaman yang bersifat radikal, ekstrim, atau liberal.

Author

Paul Jaycess