Home sosial Iran Siapkan Uang Tunai untuk 17 Juta Rumah Tangga Terampak COVID-19
sosial

Iran Siapkan Uang Tunai untuk 17 Juta Rumah Tangga Terampak COVID-19

Bantuan untuk 17 Juta Rumah Tangga

Uang – Pemerintah Iran mempersiapkan bantuan uang tunia untuk 17 juta keluarga sebagai upaya meringankan dampak ekonomi akibat pandemi corona.

Bank Sentral Iran (CBI) mengatakan hampir 16,5 juta rumah tangga telah menerima bantuan masing-masing sekitar Rp970 ribu atau USD 62,5 pada kamis waktu setempat.

Uang tunai juga dikirimkan melalui rekening bank untuk 500.000 keluarga lainnya di hari yang sama.

Baca juga : Stres Gara-gara PHK, Ibu Muda Bunuh Diri

CBI mengatakan, beberapa juta keluarga lainnya akan diberikan bantuan pada pekan depan. Demikian dilansir dari Press TV, Jumat (24/4).

Bantuan itu bagian dari serangkaian upaya pemerintah dalam mengatasi dampak ekonomi. Akibat pandemi karena banyak warga yang kehilangan pekerjaan karena pandemi.

Pemerintah juga telah mulai melonggarkan tindakan pengurungan atau lockdown yang diterapkan sejak awal Maret, mengizinkan beberapa jenis usaha dan industri buka kembali daftar idn poker secara bertahap. Namun demikian, bantuan uang tunai diberikan kepada warga sebagai kompensasi kerugian yang mereka alami selama wabah.

Bantuan uang tunai inklusif, yang menjangkau 23 juta orang, menelan anggaran sebesar USD 1,6 miliar atau sekitar Rp24,9 triliun.

Pemerintah telah memberikan bantuan tunai dalam bentuk lain kepada hampir 3 juta pekerja yang terkena dampak langsung pandemi ini. Empat juta orang lainnya telah menerima pinjaman mulai dari sekitar Rp3,6 juta sampai Rp7,3 juta.

Otoritas kesehatan Iran mengatakan pada Kamis, jumlah kasus virus corona di negara itu telah melampaui 87.000 di mana hampir 65.000 orang telah pulih sejak wabah dimulai pada akhir Februari. Jumlah kematian akibat virus ini mencapai 5.481 pada Kamis.

Tidak Akan Pernah Minta Bantuan AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan, negaranya tidak akan pernah meminta bantuan Amerika Serikat dalam perang melawan pandemi virus corona.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah menolak tawaran bantuan kemanusiaan dari Washington untuk Iran. Sejauh ini terkena dampak paling parah oleh virus corona, dengan laporan 3.739 kematian dan 60.500 orang terinfeksi menurut data terakhir pada Senin (6/4).

“Iran tidak pernah meminta dan tidak akan meminta Amerika Serikat untuk membantu Teheran dalam perangnya melawan wabah … Tetapi Amerika Serikat harus mencabut semua sanksi unilateral ilegal terhadap Iran,” kata Mousavi dalam konferensi pers yang disiarkan televisi seperti dikutip Reuters, Selasa (7/4).

Ketegangan antara kedua negara itu kembali meningkat sejak 2018, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump keluar dari perjanjian 2015 yang mencabut sanksi terhadap Iran dengan imbalan pembatasan terhadap program nuklirnya.

Amerika kemudian menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran. Pemerintah Iran mengatakan sanksi Amerika Serikat telah menghambat upaya mereka untuk menghentikan wabah. Mendesak negara-negara lain dan PBB untuk menyeru Amerika Serikat agar mencabutnya.

“Mereka (AS) berusaha memaksa Teheran untuk menerima negosiasi dengan Amerika,” kata Mousavi.

Trump mengatakan kesepakatan nuklir itu tidak cukup kuat dan ingin menerapkan. “tekanan maksimum” pada Iran untuk menerima pembatasan yang lebih keras terhadap program nuklirnya, menghentikan pekerjaan rudal balistiknya dan mengakhiri dukungannya untuk pasukan proksi di Timur Tengah.

Iran mengatakan tidak akan bernegosiasi kecuali Washington mencabut sanksi.

Sistem Instex

Prancis, Jerman, dan Inggris mengekspor barang-barang medis ke Iran dalam transaksi pertama yang dilakukan di bawah sistem Instex. Mekanisme perdagangan yang dibentuk untuk menukar barang-barang kemanusiaan dan makanan. Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir, kata Jerman pekan lalu.

“Langkah-langkah awal untuk menerapkan sistem Instex ini positif tetapi tidak mencukupi,” kata Presiden Iran Hassan Rouhani kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron, menurut Press TV.

Secara terpisah, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyetujui penarikan satu miliar euro dari dana kekayaan berdaulat Iran untuk memerangi epidemi virus corona.

Sumber : merdeka.com

Author

Paul Jaycees

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *