Home Society Etika saat Memberi Saran pada Orang Lain
Society

Etika saat Memberi Saran pada Orang Lain

Etika saat Memberi Saran pada Orang Lain, Pikir Dulu Baik-Baik

Etika saat Memberi Saran pada Orang Lain – Setiap orang sebenarnya membutuhkan saran yang membangun namun tidak semua orang tahu bagaimana cara memberi saran yang baik agar mudah diterima oleh orang lain. Seringkali memberi saran disalah-artikan sebagai kritik yang menjatuhkan, padahal tidak semua hal itu sepenuhnya benar.

Sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan orang lain, kita perlu senantiasa saling membantu. Bantuan yang kita berikan gak harus berupa uang, barang, atau tenaga. Kita juga bisa menyumbang ide dan pemikiran pada orang lain. Misalnya pada teman yang curhat soal masalahnya padamu, kamu bisa memberikan saran yang bisa jadi solusi untuknya.

Namun saat ingin memberi saran, ada beberapa etika yang perlu kamu perhatikan. Jangan sampai kamu mengabaikan etika tersebut supaya kamu bisa memberi saran yang baik dengan cara yang baik pula. koocopy.com akan membahas etika saat memberi saran yang perlu kamu perhatikan.

Dengarkan baik-baik dulu, lalu pikirkan 

Jika orang tersebut memang ingin mendapat saran darimu, maka kamu boleh memberinya saran. Tapi sebelum itu tentu kamu harus mendengarkan dulu baik-baik ceritanya. Jangan memberi saran sebelum ia selesai karena bisa-bisa saran yang kamu berikan jadi gak tepat.

Setelah selesai mendengarkan pun, kamu tentu harus berpikir dulu sebelum memberi saran. Pertimbangkan semua yang sudah ia ceritakan, dan pertimbangkan juga kemampuannya. Percuma memberi saran kalau ia jelas-jelas gak bisa menerapkan saran tersebut. Kalau perlu, mintalah waktu supaya kamu bisa berpikir dulu sebelum memberi saran.

Cara Penyampaiannya Agar Apa yang Kamu Maksud Dapat di Cerna Dengan Baik Oleh Orang Lain

Beri saran, bukan perintah 

Jika kamu memang mampu, sudah mendengarkan, serta berpikir matang-matang, barulah kamu bisa memberinya saran. Tapi ingat, kamu memberi saran, bukan perintah. Jadi jangan memaksa orang untuk mengikuti saranmu.

Kenapa? Karena bisa jadi kamu merasa saranmu itu sangat bagus, tapi ia sendiri masih belum yakin. Gak usah tersinggung kalau ia gak mau mengikuti saranmu. Bisa jadi ia juga dapat saran dari orang lain yang menurutnya lebih cocok. Selama itu untuk kebaikannya, kamu juga pasti senang, bukan?

Tanyakan dulu apakah dia ingin mendengar saranmu 

Saat mendengar seseorang curhat padamu, jangan langsung menyimpulkan bahwa ia pasti ingin kamu memberi saran. Bisa jadi, ia hanya ingin kamu mendengarkan ceritanya supaya ia merasa lega. Mungkin juga ia sebenarnya sudah tahu solusi dari masalahnya, jadi ia hanya ingin mencurahkan perasaannya saja lewat curhat.

Maka, etika pertama adalah tanyakan dulu apakah ia butuh saranmu atau tidak. Kalau ia menjawab tidak, gak perlu kamu berikan, bahkan meskipun kamu merasa saranmu sangat bagus. Memberi saran pada orang yang tidak membutuhkannya bukan hanya percuma, tapi malah bisa membuatnya kesal karena mengira kamu ingin mengguruinya.

Kalau kamu gak bisa memberi saran, katakan terus terang 

Saat orang lain butuh saran, kamu pasti ingin membantu. Apalagi kalau orang itu adalah teman, keluarga, atau pasangan. Tapi niat akan percuma kalau gak dibarengi dengan kemampuan. Kalau kamu gak mampu memberi saran yang baik tapi tetap memaksakan diri, bisa-bisa kamu malah memberi saran yang merugikan dirinya.

Jadi, jangan merasa bahwa kamu harus bisa memberi saran. Kalau kamu gak tahu harus memberi saran apa, katakan saja terus terang. Lalu anjurkan dia untuk minta saran pada orang lain yang lebih kapabel. Itu jauh lebih baik daripada sembarangan memberi saran soal hal yang gak kamu pahami.

Ada Beberapa Aspek yang Perlu Diperbaiki

Bantulah sebisamu

Nah, kalau ia setuju pada saranmu dan ingin melakukannya, cobalah bantu dia sebisamu. Bantuan yang kamu berikan gak harus rumit kok. Sekadar mengingatkannya soal saranmu atau memberinya semangat juga sudah sangat bagus.

Lebih bagus lagi kalau kamu bisa sekaligus membantunya memecahkan masalahnya. Misalnya kamu memberinya saran supaya keluar dari pekerjaan karena ia diperlakukan tidak adil. Setelah ia mengikuti saranmu itu, bantulah juga dirinya supaya bisa mendapatkan pekerjaan baru.

Oleh karena itu, sebisa mungkin berilah saran yang praktis supaya kamu bisa turut membantu. Kalau kamu memberi saran yang terlalu sulit, kamu juga yang akan bingung gimana cara membantunya. Kalau kamu bisa memberi saran sekaligus membantu, pastilah dia akan sangat berterima kasih dan balas membantumu di lain waktu.

Itulah etika penting yang perlu kamu perhatikan saat memberi saran pada orang lain. Yuk berbagi kebaikan pada orang lain dengan memberi mereka saran yang dibutuhkan!

Author

Paul Jaycess