Home sosial Corona, Penjualan Kue Kering Turun Drastis
sosial

Corona, Penjualan Kue Kering Turun Drastis

Penyebab Turunnya Penjualan Kue Kering

Corona – Tahun ke tahun, masuknya bulan Suci Ramadhan membuat para penjual kue kering menglami lonjakan. Namun, tampak berbeda untuk tahun ini.

Pejualan Kue kering pada tahun ini justrus turun drastis karena sepinya permintaan kue Ramadhan saat pandemi COVID-19 berlangsung.

Baca juga : Pelayanan Memuaskan, Tipologi polda Naik Pangkat

Hal ini diungkapkan Velyna (26) seorang penjual kue kering rumahan di Kabupaten Cirebon yang biasanya ketiban untung saat memasuki bulan puasa.

“Biasanya sudah banyak pesanan kue masuk untuk hari raya Idul Fitri. Tahun ini sekarang sepi,” keluh Velyna kepada Merdeka.com, seperti dikutip Senin (27/4/2020).

Menurutnya pada awal puasa tahun 2019 pesanan kue lebaran sudah mencapai 50 pcs dari konsumen setianya. Namun, diawal puasa tahun ini pesanan kue yang masuk baru 10 pcs, sehingga bisnisnya menurun drastis lebih dari 70 persen.

Padahal Velyna mengklaim pihaknya belum menaikkan harga jual kue lebaran, berharap dapat menarik minat konsumennya untuk berbelanja disaat kondisi sulit akibat wabah corona. Namun cara ini di rasa belum efektif untuk meningkatkan angka penjualan bisnisnya.

“Masih normal semua harga kue. Tergantung dari live22 deposit pulsa variannya kisaran Rp 25.000 – Rp70.000-an per pcs ,” sahut dia.

Harapan

Namun, dia menyadari banyak konsumen setianya yang mengalami penurunan pendapatan akibat wabah virus corona. Sehingga ia berharap wabah ini segera berlalu agar bisnisnya kembali berjalan normal seperti tahun sebelumnya.

Velyna kemudian berharap pemerintah daerah berinisiatif untuk menyerap produksi kuenya agar kelangsungan usahanya dapat terjaga. Selain itu masyarakat juga diminta agar tidak mengambil sikap berlebihan dalam merespon pemberitaan terkait wabah virus corona.

“Kalau semuanya panik. Bisnis kita juga jadi terganggu,” jelasnya.

Corona Meraja Rela, Kue Kering Merana

Bisnis usaha kue kering di bulan suci Ramadan 2020 terasa berbeda dengan tahun sebelumnya. Setelah menurun drastisnya jumlah permintaan kue lebaran saat wabah virus corona atau covid-19 berlangsung.

Hal ini diungkapkan Velyna (26) seorang penjual kue kering rumahan di Kabupaten Cirebon yang biasanya ketiban untung saat memasuki bulan puasa.

“Biasanya sudah banyak pesanan kue masuk untuk hari raya Idul Fitri. Tahun ini sekarang sepi,” keluh Velyna kepada Merdeka.com, Jumat (24/4/2020).

Menurutnya pada awal puasa tahun 2019 pesanan kue lebaran sudah mencapai 50 pcs dari konsumen setianya. Namun, diawal puasa tahun ini pesanan kue yang masuk baru 10 pcs, sehingga bisnisnya menurun drastis lebih dari 70 persen.

Padahal Velyna mengklaim pihaknya belum menaikkan harga jual kue lebaran, berharap dapat menarik minat konsumennya untuk berbelanja disaat kondisi sulit akibat wabah corona. Namun cara ini di rasa belum efektif untuk meningkatkan angka penjualan bisnisnya.

“Masih normal semua harga kue. Tergantung dari variannya kisaran Rp 25.000 – Rp70.000-an per pcs ,” sahut dia.

Segera Berakhir

Namun, dia menyadari banyak konsumen setianya yang mengalami penurunan pendapatan akibat wabah virus corona. Sehingga ia berharap wabah ini segera berlalu agar bisnisnya kembali berjalan normal seperti tahun sebelumnya.

Velyna kemudian berharap pemerintah daerah berinisiatif untuk menyerap produksi kuenya agar kelangsungan usahanya dapat terjaga. Selain itu masyarakat juga diminta agar tidak mengambil sikap berlebihan dalam merespon pemberitaan terkait wabah virus corona.

“Kalau semuanya panik. Bisnis kita juga jadi terganggu,” jelasnya.

Sumber : liputan6.com

Author

Paul Jaycees

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *