Home Society Awasi Protokol Kesehatan
Society

Awasi Protokol Kesehatan

Awasi Protokol Kesehatan, Polisi Ajak Tokoh Masyarakat yang Disegani

Awasi Protokol Kesehatan – Anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, mengajak tokoh masyarakat untuk menjadi contoh penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19). Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya sudah berinovasi untuk menegakkan kedisiplinan masyarakat terkait protokol kesehatan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan melibatkan masyarakat.

Agar protokol kesehatan bisa dijalankan, aparat penegak hukum melakukan pendekatan dengan berbasis komunitas, salah satunya dengan mendekati tokoh yang berpengaruh di komunitas. Ia berharap pejabat politik, politisi, hingga tokoh agama dapat mengajak masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Aparat tetap turun, namun butuh partisipasi masyarakat

Dilanisir tequila-orendain.com Yusri juga menjelaskan bahwa Satuan tugas dari aparay penegak hukum akan tetap turun mengawasi. Tetapi, partisipasi masyarakat juga tetap dibutuhkan untuk menegakkan protokol kesehatan COVID-19 di lingkungan dan fasilitas umum.

Inovasi ini juga, kata Yusri, didasari dengan keterbatasan personel yang belum cukup.

“Karena kita ketahui bersama bahwa polisi TNI dan Pemerintah Daerah personelnya belum terlalu cukup,” kata dia.

Mengajak Masyarakat Menerapkan Protokol Kesehatan Dengan Baik dan Benar

Tokoh masyarakat bisa turut mengawasi dan menegur

Dengan adanya tokoh yang disegani masyarakat, diharapkan tokoh tersebut bisa menempatkan diri untuk mengawasi protokol kesehatan COVID-19 di komunitasnya.

“Itulah yang menjadi komunitas, yang mendisposisikan masyarakat, mengawasi, menegur masyarakat,” kata dia.

Upaya menegakkan protokol kesehatan saat PSBB Jakarta diperketat

Aparat penegak hukum akan gencar melakukan sejumlah upaya tegas agar masyarakat bisa menaati peraturan protokol kesehatan COVID-19. Hal ini juga dibarengi dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengumumkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta agar kembali seperti awal pandemik.

Sejumlah aturan kembali dilaksanakan untuk mendisiplinkan masyarakat, baik itu di sektor transportasi, tempat wisata, fasilitas umum, hingga pekerja.

“Dengan melihat kedaruratan ini, tidak banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat segera mungkin. Dalam rapat Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 tadi sore disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat,” ujar Anies dalam konferensi pers virtual, Rabu.

Author

Paul Jaycess