Home Organizations Daftar Ormas yang Pernah Dibubarkan Pemerintah Sebelum FPI
Organizations

Daftar Ormas yang Pernah Dibubarkan Pemerintah Sebelum FPI

Daftar Ormas yang Pernah Dibubarkan Pemerintah Sebelum FPI

Daftar Ormas yang Pernah Dibubarkan Pemerintah Sebelum FPI – Organisasi Kemasyarakatan atau disingkat Ormas adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Sementara Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mendefinisikan Organisasi massa sebagai “perkumpulan yg anggotanya adalah orang-orang yg mempunyai profesi yg sama. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, meminta pemerintah pusat dan daerah melarang seluruh kegiatan Front Pembela Islam (FPI).

Jika ditemukan suatu kegiatan yang mengatasnamakan FPI, maka pemerintah pusat dan daerah berhak membubarkan kegiatan tersebut. Tidak hanya FPI, ternyata ada sejumlah ormas keagamaan dicabut izinnya karena tidak menjunjung tinggi nilai-nilai idn poker deposit pulsa 10000 Pancasila sebagai pedoman berorganisasi.

1. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terindikasi bertentangan azas Pancasila

Sebelum FPI, 4 Ormas Ini Dibubarkan Pemerintah

Pemerintah melalui Menko Polhukam telah mengambil langkah tegas membubarkan organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada 8 mei 2017.

HTI sempat melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Tapi PTUN Jakarta menolak gugatan HTI dan vonis tersebut di kuatkan Pengadilan Tinggi Jakarta pada September 2018.

Pemerintah menilai, sebagai organisasi kemasyarakatan berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif dan terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UU Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

2. Gafatar hendak menyatukan semua agama

Sebelum FPI, 4 Ormas Ini Dibubarkan Pemerintah

Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan ormas yang menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki aliran sesat. Gafatar di sebut-sebut hendak menyatukan semua agama dan mempermudah ritual ibadah. Organisasi Gafatar secara nasional telah bubar pada tahun 2015 lalu.

Aliran ini di dirikan Ahmad Moshaddeq yang menyatakan dirinya sebagai nabi atau mesias. Gerakan ini merupakan gerakan sinkretik yang menggabungkan ajaran Islam, Kristen, dan Yahudi.

Menurut hasil penelitian ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Amin Djamaludin, ajaran gerakan ini masih sama dengan ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah, seperti penggantian kalimat syahadat dari Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah (Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi Nabi Muhammad adalah utusan Allah), menjadi Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Al-Masiihal Maw’uuda Rasulullah (Aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah dan Aku bersaksi Al-Masih Al-Maw’ud adalah utusan Allah).

Penganut Gafatar tidak di wajibkan berpuasa, dan pengakuan Ahmad Moshaddeq sebagai nabi setelah Nabi Muhammad dengan nama Al-Masih Al-Maw’Ud. Mereka juga meniadakan kewajiban salat lima waktu, tetapi masih mewajibkan qiyamul lail atau salat malam, serta salat waktu terbit dan terbenamnya matahari.

3. Jamaah Islamiyah ajarkan lapisan masyarakat melakukan tindak kekerasan

Sebelum FPI, 4 Ormas Ini Dibubarkan Pemerintah

Pemerintah Indonesia resmi membubarkan Jemaah Islamiyah (JI) sebagai ormas terlarang , melalui keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2007.

Meski demikian, JI masih merekrut anggota baru untuk memperkuat organisasinya. Anggota JI di berikan pelatihan militer hingga di kirim langsung ke daerah konflik seperti Suriah. Mereka memiliki kemampuan intelijen, ketangkasan militer, perakitan bom, pengoperasian roket, hingga penembak jitu.

Beberapa waktu lalu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, jaringan teroris JI mendekati partai politik dalam menyebarkan pemahamannya. Pendekatan yang di lakukan JI menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa melakukan tindak kekerasan.

4. Kelompok Pondok Nabi di anggap sesat

Sebelum FPI, 4 Ormas Ini Dibubarkan Pemerintah

Selain ormas Islam yang memiliki aliran sesat, ada juga ormas kelompok umat Kristiani yang memiliki aliran menyimpang dari ajaran injil. Seperti kelompok Pondok Nabi yang di pimpin Mangapin Sibuea, mantan pendeta Pantekosta yang di pecat.

Mangapin membentuk kelompok sendiri dan mengaku sebagai rasul terakhir  sebelum memasuki era milenium, tepatnya pada 1999. Ia mengajak warga bergabung dan mengajarkan alirannya. Tempat ibadah kelompok ini pernah di bakar warga sekitar yang resah. Namun kemudian dia memindahkan tempat ibadahnya ke sebuah gudang di Bale Endah Bandung, Jawa Barat.

Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia pada waktu itu, Pendeta Nathan Setiabudi. Mengatakan, keyakinan tentang hari kiamat yang di anut Pondok Nabi bertentangan dengan ajaran Kristen. Hal tersebut di katakan terkait dengan pendapat bahwa orang yang tidak sealiran dengan Mangapin di anggap sebagai anti-Kristen. Yang menyesatkan dan akan di tempatkan di neraka.

Pada Juni 2000, di keluarkan surat keputusan dari Ketua Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Kabupaten Bandung, yang menyatakan larangan terhadap ajaran pendeta Mangapin Sibuea. Kegiatan jemaah tersebut juga telah di hentikan aparat keamanan Polres Bandung dan pendeta dari Badan Kerja Sama Gereja-Gereja Jawa Barat pada Pada 10 November 2003

Author

Paul Jaycess